Saya ingin mengajak kita semua bercermin dr Guru Kita, Syekh Kita, Almarhum Ust Rahmat Abdullah yang telah dan selalu membimbing kita dengan nasihat dan tadzkirqhnya. Ini sebagiannya:

“Ketika orang tertidur kau terbangun, itulah susahnya. Ketika orang merampas kau membagi, itulah peliknya. Ketika orang menikmati kau menciptakan, itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kau bertanggung jawab, itulah repotnya. Oleh karena itu, tidak banyak orang bersamamu di sini, mendirikan imperium kebenaran” ~KH. Rahmat Abdulloh~

“Apa kabar hatimu? Masihkah ia seperti embun? Merunduk tawadhu dipucuk- pucuk daun? Masihkah ia seperti karang? Berdiri tegar menghadapi gelombang ujian. Apa kabar imanmu? Masihkah ia seperti bintang? Terang benderang menerangi kehidupan. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu, saudaraku”

“Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang mengaku bertanggung jawab? Bila semua menghindar. Biarlah saya yang menanggungnya. Semua atau sebagiannya” ~KH. Rahmat Abdulloh~

“Suatu hari nanti saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin berada di antara mereka, yang bercerita tentang perjuangan yang indah, di mana kita, sang pejuang itu sendiri. Tak pernah kehabisan energi tuk terus bergerak, meski terkadang godaan tuk berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. Keep istiqomah!”

Jika ku dapat menarik Pelangi, Mentari dan Bintang. Maka ku akan membentuk ‘Namamu’ di situ, lalu akan ku kembalikan lagi ia ke ‘Langit’ agar semua orang tahu, betapa bahagianya aku mempunyai ‘saudara’ seperti dirimu.