“Suhana S” <suhana_only@yahoo.com>

Melihat detail kontak

Kepada:
teti.rohaeti@yahoo.com, yudi_adhitiya1979@yahoo.com, syauqah_sufiah@yahoo.com, sigit_maheru25@yahoo.com, freeyouko@yahoo.com, isnati200@yahoo.com, intan.savitri@yahoo.com, krisnariyadi@yahoo.com, lili_tho@yahoo.com, priyout@yahoo.com

— Pada Rab, 1/9/10, Sudiariandini S <sudiariandinis@yahoo.com> menulis:

Dari: Sudiariandini S <sudiariandinis@yahoo.com>
Judul: Sudut pandang berbeda dan menarik : Kenapa harus Malaysia ?
Kepada: adriansyah_h@yahoo.co.id, “Arie Vaqouth” <arie_leoriest@yahoo.com>, “Bagas tpi” <wong_yk5@hotmail.com>, deutz_ree@yahoo.com, dhian_arkan@yahoo.co.id, “Didik Arianto” <didi_wasnal@yahoo.co.id>, “Dini Susilowati” <dini_otre@yahoo.com>, “dr. Anti_Patklin” <theayukari@yahoo.com>, edy.supardi@yahoo.com, “eko rachmanto” <eko_srachmanto@yahoo.com>, “ElmO hmm…” <miss_leeth@yahoo.com>, esantye@yahoo.com, “Ferhati Asiriyah” <ferhati77@yahoo.co.id>, “Intan Prihantini” <intan_pri@yahoo.com>, “ka budi @gmail” <seboedinies@gmail.com>, khus_nia@yahoo.com, kurniafatah@yahoo.com, nadya_ui@yahoo.com, neny.hermawati@yahoo.com, odjie26@yahoo.com, pur1ti@yahoo.com, rth_wijayanti@yahoo.com, salontanti@yahoo.com, spymoet@yahoo.com, “Sudarto Soepangat” <s.soepangat@yahoo.com>, sudiarinis@yahoo.com, sudiaryati@yahoo.com, “Suhana Riels” <suhana_only@yahoo.com>, “Susiany” <susiany@namrutwo.org>, sweetynurhaliza@yahoo.com, tamiezu@yahoo.com, whan_men@yahoo.co.id, “Winda Widianty” <windiamond65_violet@yahoo.co.id>, zikri_01@yahoo.co.uk
Tanggal: Rabu, 1 September, 2010, 6:43 AM

Kenapa Harus Malaysia

Oleh: Afriadi Sanusi*

Baiknya Kita..

Seorang Profesor Singapura menulis dalam artikelnya; Kebanyakan rumah
mewah yang ada di Singapura, Kebanyakan uang yang beredar di Singapura
adalah punya orang Indonesia. Kebanyakan pembangunan yang ada di
Singapura dibangun dari uang yang datangnya dari Indonesia. Dan disaat
Singapura mengadakan Grand Sale setiap tahunnya, lebih 2 juta orang
Indonesia datang belanja kesana..Seorang sahabat di Singapura
mengatakan; “dari jalan ini sampai ke ujung sana dulunya adalah
lautan, dan sekarang menjadi daratan cantik yang ditimbun dengan pasir
yang didatangkan dari pulau-pulau kecil di Riau”.

Apa Yang Kita Dapatkan Dari Singapura? –

TKI laki-laki dari Indonesia diharamkan bekerja dan mencari nafkah di
Singapura seperti dibidang pembangunan, kuli kasar, buruh dan
sebagainya. Singapura lebih memilih warga negara lain daripada WNI,
dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal..-  Seorang teman
mengatakan dan dari sumber lainnya; “satu persatu pulau-pulau kecil di
Riau hilang karena pasirnya di angkut ke Singapura..-  Azan
diharamkan menggunakan pengeras suara di semua masjid dan surau di
Singapura.-  Identitas orang melayu yang identik dengan Islam
seperti istana, rumah, perkampungan orang Melayu, dihilangkan. Adat
dan budaya melayu di Museum kan.- Pemerintah Singapura
melayani & melindungi Koruptor RI yang telah membuat rakyat RI
sengsara selama ini, (karena hak-hak rakyat untuk mendapatkan
pendidikan, rumah sakit, infrastruktur, makan dan tempat tinggal yang
baik terjajah dan terzalimi), dengan tidak mau menandatangani
perjanjian extradisi.- Banyak kali rakyat, nelayan dan
petugas kita di acungkan senjata berat dan diusir dengan pengeras
suara karena di sangka telah melintasi garis batasan laut kepunyaan
Singapura.- Disaat mahasiswa Indonesia bunuh diri di
Singapura, karena katanya dizalimi sebab beasiswanya dihentinkan,
tidak ada yang berani melawan Singapura.

Malaysia Lebih Baik Dari Singapura

“Sejahat” apapun Malaysia,  saat ini ada 2 juta orang lebih WNI yang
sedang mencari rezeki di Malaysia untuk nafkah keluarga mereka di RI.
Triliyunan TKI mengirim uang ke Indonesia setiap tahunnya. Dapat
dibayangkan bagaimana dampak sosial, ekonomi dan budaya yang akan
berlaku di Indonesia kalau TKI pulang sekaligus..TKI lah sebenarnya
pahlawan yang harus dilindungi, karena mereka penyumbang devisa
negara, sementara pegawai negeri & institusinya hanya menghabiskan
uang rakyat dan devisa negara. Kegunaan mereka sangat perlu
dipertanyakan disaat keberadaan mereka tidak memberikan manfaat yang
berarti kepada rakyat atau seperti pepatah arab wujuduhu ka adamihi
(adanya seperti tiadanya / ada dgn tiadanya sama saja).Ribuan orang
Indonesia (termasuk penulis) sedang belajar S2 & S3 di Malaysia saat
ini. Kebanyakannya mendapat bantuan atau keringanan biaya dari
pemerintah Malaysia dan banyak juga yang sambil bekerja. Uang kuliah
di perguruan tinggi negeri Malaysia lebih murah dari Indonesia.
Kualitas, Infrastruktur dan kemudahan lainnya jauh lebih baik dari di
Indonesia tentunya. Aku tidak sakit hati kalau di tilang oleh polisi
Malaysia. karena aku yakin uang itu pasti akan masuk kedalam kas
negara untuk pemerintah Malaysia memperbaiki jalan, jembatan, lampu
jalan yang aku gunakan setiap hari di negara ini. Aku sangat sakit
hati kalau ditilang oleh polisi Indonesia, karena aku tahu pasti bahwa
uang itu adalah untuk pribadi polisi, keluarga dan golongannya tanpa
sedikitpun dikembalikan kepada kas negara untuk membangun
infrastruktur.Disaat saya keliling Indonesia bersama orang Malaysia,
100% rakyat RI yang kami temui merasa hormat dan kagum dengan
Malaysia, begitu juga dengan rata-rata obrolan bekas TKI dari
Malaysia.Lalu yang sangat mengherankan, isu-isu remeh temeh yang
sebenarnya bisa diselesaikan ditingkat diplomat, tetapi menjadi barang
dagangan pasar yang dikonsumsi oleh rakyat umum. Isu ini sepertinya
dimanfaatkan oleh segelintir orang yang memang memiliki agenda,
bagaimana supaya Islam, Melayu dan Nusantara yang kaya dengan SDM &
SDA ini, tidak menjadi sebuah kekuatan yang bisa menyaingi dominasi
Barat.

Pengalihan Isu

Yang pasti, isu penangkapan AB Baasyir, isu vcd porno artis, isu
teroris, isu FPI dan sebagainya tidak berhasil mengalihkan perhatian
rakyat terhadap berbagai skandal perampokan uang rakyat melalui kasus
BLBI, Century, Rekening Gendut Polisi, kenaikan BBM & harga bahan
pokok, Penangkapan Susno Duadji, buruknya birokrasi dan pelayanan
publik, maraknya korupsi, pelemahan KPK, gagalnya sebuah kepemimpinan,
meningkatnya jumlah kemiskinan, pengangguran, perbuatan kriminal, buta
huruf dan gagalnya hampir setiap departemen dan institusi
pemerintahan, dalam memberikan manfaat keberadaan mereka yang berarti
kepada rakyat.Isu “memanaskan” hubungan Indonesia-Malaysia tidak akan
membuat rakyat lupa terhadap semua penipuan, pembodohan dan perampokan
uang rakyat yang telah, sedang dan akan berlaku di RI, termasuk isu
TDL yang katanya akan dinaikkan di negara ini.Semoga rakyat tidak mau
diperbodoh untuk memikirkan apa yang sebenarnya menjadi tugas dan
tanggung jawab pemerintah, melalui kedutaan dan departemen luar
negeri, yang telah banyak menghabiskan APBN setiap
tahunnya.Damaikanlah Saudaramu“Sesungguhnya orang beriman itu adalah
bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan
bertakwalah kepada Allah semoga kamu mendapat rahmat” (QS: al-Hujurat
ayat 10)Pelemparan taik di kedutaan Malaysia, demo di rumah duta,
CIMB, Petronas dll., pasti akan menyakitkan hati rakyat Malaysia. Hari
raya semakin dekat, semoga para majikan tidak menunda-nunda pembayaran
gaji, membatalkan niatnya untuk memberi THR (yang biasanya sebulan
gaji) pada lebih dua juta orang pembantu rumah Indonesia, TKI/TKW
lainnya di Malaysia karena tindak bodoh segelintir orang itu.Walaupun
gerakan Bendera tidak mewakili gerakan orang-orang cerdas di Indonesia
seperti Senat Mahasiswa, Muhammadiyah, ICMI, HMI, FPI dll., namun
Inteligent Indonesia harus mencari tahu siapakah Bendera sebenarnya?
Apakah mereka bergerak untuk kepentingan partai politik tertentu,
ataukah untuk menaikkkan partai dan pemimpin tertentu, ataukah mereka
dibiayai oleh pihak asing untuk menghancurkan rantau asia tenggara ini
dan banyak kemungkinan lainnya.Kalau biasanya gerakan seperti ini
tidak ditanggapi Malaysia, karena menganggap itu hanyalah gerakan
segelintir rakyat yang tidak tahu (bodoh), namun baru-baru ini gerakan
itu sudah mulai ditanggapi oleh ahli politik Malaysia melalui berbagai
media massa, seperti oleh Samy Vellu, Bernama dll. Ada dua kemungkinan
mengapa mereka menanggapinya 1. Untuk membangkitkan rasa nasionalisme
rakyat menjelang hari kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada setiap
tanggal 31 Agustus atau 2. Mungkin juga dimanfaatkan oleh bangsa Cina
dan India Malaysia yang sememangnya kurang suka dengan hubungan baik
Indonesia-Malaysia. Karena ia akan menggugat kepentingan mereka dari
segi politik, ekonomi, social, budaya dan pembangunan di
Malaysia.Malaysia secara tidak resmi telah melarang rakyatnya datang
ke Indonesia. Kalau ini berlanjut, pasti semua ini akan memberikan
pengaruh terhadap perusahaan penerbangan, hotel, pariwisata, tempat
berbelanja, investor di Indonesia. Semua ini akan bertampak pada
tingginya angka kemiskinan akibat pengangguran. Karena pemerintah RI
yang selama ini tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan nampaknya
akan bertambah parah lagi.Kalau sengketa ini berlanjut di tingkat
pemerintah, maka akan sama-sama kita dengar, tiga, lima bulan lagi.
Malaysia akan membeli peralatan perang yang baru, Amerika pula akan
menawarkan “jasanya” pada TNI untuk memberikan pinjaman hutang, untuk
membeli peralatan perangnya yang katanya, harga sebuah kapal perang
bekas saja, sama dengan harga sebuah pulau besar di Indonesia..
Kesimpulannya; si labu dan si labi masuk penjara karena kebodohannya,
sementara Haji Bakhil akan tetap menikmati kekayaannya…

KesimpulanApakah kita berani dengan Malaysia karena kita berpikir,
tidak mungkin Malaysia yang memiliki peralatan perang yang lebih
canggih dari Indonesia itu, mau berperang dengan kita, karena warga
negara mereka banyak keturunan Melayu Riau, Palembang, Aceh, Bugis,
Minang, Mandailing, Rao, Jambi, Kerinci, Jawa, karena kita se agama
Islam, satu rumpun melayu?Apakah kita takut pada Singapura karena
mereka memiliki peralatan perang yang sangat canggih dan jauh
meninggalkan Indonesia? Ataukah kita sengaja dibuat takut, karena para
pejabat kita banyak yang memiliki hubungan mesra dengan Singapura yang
menyimpan uang mereka dalam bentuk saham dan investasi?.Kenapa kita
selama ini tidak membenci bangsa yang menguras minyak kita dengan
caltexnya, yang menguras emas kita dengan freeportnya, gas kita dengan
Harunnya dan sebagainya, tanpa memberikan dampak yang berarti terhadap
pembangunan, ekonomi dan social rakyat. Semua itu perlu dipertanyakan
juga tentunya..Kl, 20/08/2010*Ditulis setelah sholat Taraweih di
Masjid Negara Malaysia oleh Penulis yang berasal dari Sumatera, PhD.
Candidate Islamic Political Science, University of Malaya, Kuala
Lumpur