Pernah suatu ketika seorang teman dekat bertanya (lebih miripnya curhat karena sangat mendalam makna tersirat dari pertanyaannya) tapi nama dan detail redaksi kalimat saya ubah untuk menjaga amanah ini, begini tanyanya..”emang bener ga sich kalo sebuah keluarga dikasih harta haram maka keluarga tersebut akan rusak?”

untuk menjawab pertanyaan itu maka yang ada dibenak kepalaku adalah sebuah hadits dari kumpulan hadits Arbain Nawawiyah yang diriwayatkan dari An-Nu’man bin Basyir yang berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'” (HR. Bukhori)

nah hadits ini cukup menjawab pertanyaannya yang kemudian memancing diskusi panjang yang penuh kehangatan (soalnya sambil makan ayam goreng panas dan pake sambal pedeszz pula’)

ternyata problem keberkahan dalam harta yang kita makan menjadi concern setiap kepala keluarga, tidak ada seorang suami yang ingin istri dan anaknya justru berbalik menjadi musibah baginya, seorang suami juga tidak maw bekal kematian diakhiratnya nanti minus karena ternyata tidak menyisakan pahala dari istri dan anak2nya,.setiap pria muslim yang sehat normal waras dan logis selalu ingin yang terbaik bagi keluarganya dan terutama bagi dirinya (ini tidak bisa diukur secara materi semata), oleh karenanya mereka sangat hati-hati dalam mencari rezeki jangan sampai harta yang didapat dengan susah payah ternyata mengandung keburukan yang akan “menyerangnya” dikemudian hari. Masih ngga percaya kalo ada keterkaitan antara rezeki berkah dengan keluarga sakinah, coba lihat penjudi, bandar narkoba, pengusaha miras, rentenir, hot celebritis, dan segala profesi yang jauh dari nilai-nilai agama, kehidupan rumah tangganya juga jauh dari nilai-nilai agama, istrinya ataw suaminya selingkuh, anak-anaknya mengkonsumsi narkoba dan dekat dengan dunia perzinahan, ada yang sekedar melawan ortunya dengan cercaan kata2 ada juga yg sampai berani menganiaya sampai tewas, naudzubillah, kalo seseorang sudah terbiasa mencari rezeki yang tidak berkah maka tubuh dan darahnya sudah menyatu dengan syaitan, tidak ada rasa sesal dan cenderung menikmati.

Uniknya adalah ketika orang macam ini menemui suatu kesulitan selalu membawa-bawa agama dalam kata-katanya, bersumpah atas nama Tuhan dan menyalahkan-Nya karena tidak mengabulkan permintaannya, tuduhan keji yang sangat tidak tepat sasaran

Rasul Saw menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Robbku, wahai Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya.” (HR. Muslim)

kita hidup didunia untuk menyeberang ke akhirat dan segala perbekalan ada disediakan didermaga yang bernama Dunia Fana ini, kalo sholat kita kurang, doa kita sedikit, zikr kita payah, sodaqoh kalo punya duit..trus darimana lagi investasi pahala kita kalo bukan dari jerih payah kita menafkahi istri dan anak cucu kita yang kelak terus mengalirkan pahala dan doa untuk kita