kemarin eksperimen menghasilkan output yang menjanjikan, diuji coba ke internal keluarga semua menyukainya (cuma satu org yang merasa bahwa output terlalu over taste jadi tidak fokus kepada apa yg mau diunggulkan) diuji coba ke 2 orang ekternal non keluarga, yang satu sudah memberi comment “mantabbb”, satu lagi belum ditanya commentnya.

sampai hari in tangan masih dihiasi aroma khas bahan eksperimen, dari kemarin kupikir muka ataw rambutku yang terkena dampak ekperimen, karena hidung ini selalu mengendus bau yang sangat jelas dan sedap khas bumbu masakan.

yaa betul..bumbu masakan, kemarin sabtu minggu kuluangkan waktu full pagi-sore untuk menciptakan masakan untuk dijual didepan rumah di jalan cagaralam, masakan yang bahan bakunya khas bumbu Indonesia : bawang merah-putih, bawang bombay, ketumbar, kemiri, cabe rawit, dll

emang sudah diubun-ubun keinginan untuk segera menciptakan kuliner segar untuk menjadi tambahan penghasilanku (biaya hidup kedepan kalo negara kita masih kayak begini pasti nambah naik), problemnya adalah bagaimana meluangkan waktu berjualan disore hari yang terlalu dekat dengan jam pulang kerja (lokasi kantor dengan rumah berjarak 1 jam-an). Tapi Alhamdulillah pacar tercinta maw membantu merealisasikan keinginan ini dengan membantu mengelola jalannya usaha ini, dengan begitu otomatis sudah dua usaha yang dikelolanya : ternak dan kuliner)