kalo barusan soal kesempitan ketakutan karena copet, yang sekarang maw ta’ share adalah juga kesempitan digerbong KRL (emang banyak sekali kisah hidupku dihabiskan di KRL sejak lahir dan tinggal di Depok)

   Kali ini kereta gerbongnya kosong dan terang benderang tapi bukan karena lampu melainkan hari masih sore dan jendela pintu KRL ekonomi a ditutup (sebenarnya ada ga sich KRL ekonomi yang jendela dan pintunya lengkap dan berfungsi), berhubung dari dua daun pintu KRL yang berfungsi cuma satu maka kudorong penumpang supaya segera masuk (yaaiyyalah lhawong keretanya udah mulai bergerak),.bless masuklah penumpang kedalam gerbong, didalam kudengar keluhan mba-mba kepada temannya “kosong tuh tapi kenapa masuknya susah!”, tiba2 kuingat kejadian copet kemarin lalu kulihat2 sekitar apakah ada postur copet (ternyata ga ada postur mencurigakan yang terlihat dari belakang hanyalah rambut panjang hitam dengan baju ketat berwarna pastel, kupikir “ini dia yg bikin macet pintu masuk tadi..kok berani amat perempuan dandanan kayak gitu dipintu”..)

kereta terus berjalan dan tiap perhentian  setasiun penumpang bertambah, tiba2 lagi tenang2nya penumpang disisi jendela ada dorongan dari belakang, kontan az kami nengok kebelekang semua (ternyata mulai penuh gerbongnya) tapi uniknya dorongan terus terasa seiring dengan bunyi2 suara yang agak aneh (agak nge-bass tapi genit2 manja “aduuuuuhh ketekan -tekan niyyy…aduhh ketekuk niyyyy..pelan-pelannn dunk…)..ternyata BANCIIII…pantesan az nich para penumpang yang mayoritas mas-mas cowok-cowok pegawai kantoran yang baru pulang kerja trus menerus pengen masuk merangsek kedalam padahal gerbong ga penuh2 amat (dengan rasa geli saya infokan : ternyata postur rambut panjang hitam dengan baju ketat berwarna pastel yang tadi dipintu itu adalah banci, mungkin inilah sebabnya masuk kegerbong jadi macet,.org2 ogah bersentuhan dan dekat2 dgn banci itu..amiiiiiiitttt)