minggu lalu maw nulis tapi kerjaan lagi full, belum lagi ditambah mati lampu dan waktu yang mepet saat lampu nyala, ..anywae this was my stories for last week.

Pernah ga mengalami naik KRL ekonomi biasa yang pintu dan jendelanya selalu terbuka (pasti pernah karena semua KRL jabodetabek kayak gitu khan!), nah minggu lalu tuh dalam dua hari berbeda ada pengalaman unik. hari pertama karena mengejar waktu yang menjelang isya akhirnya kuputuskan naik KRL non ac tapi gerbongnya yang gelap gulita (justru biasanya yang gelap agak sepi krn org2 pada khawatir masuk gerbong yang gelap), didalam ternyata belum penuh jadi leluasa, trus setelah tiba distasiun berikutnya masuklah penumpang lain yang mulai merangsek memasuki gerbong ini. aneh..ketika ada 2-3 penumpang yang bersikap seolah2 kereta penuh (posisi badannya dilebarkan dan tanganya membuat parameter agar penumpang lain tdk mendekat, seakan sesak) disaat ada tukang asongan maw lewat diteriaki “ga bisa dagang..penuh”, krn merasa tak nyaman kurubah posisi tangan dari menahan kearah depan menjadi keatas berpegangan kebesi kipas angin (otomatis sikut ini menyentuh kepala penumpang yg membuat parameter itu)..ternyataaa copettttt,.ditengah2 mereka seorang ibu2 sedang dikelilingi, krn kesal dan kondisi gelap kudorong pelan dari belakang dengan pinggang sicopet2 supaya si ibu sadar kalo dia sedang diincar copet2. Akhirnya merasa ada yg tak beres si ibu berontak dan mencoba keluar dari kepungan para copet, tak ayal para copet segera tahu bahwa mereka kehilangan mangsa dan dalam bahaya (bisa2 seluruh penumpang mengeroyok mati mereka dalam gelap), kaburlah mereka bergeser ke gerbong lain dgn pelan dan segera (walaah ternyata penuhnya gerbong cuma akal2 para copet yang membuat parameter demi mengelilingi mangsanya, sontak gerbong lumayan longgar lagi dengan menghilangnya 2-3 copet tadi)